Teknologi Minimal Invasif, Bantu Saya Menang Lawan Kanker Paru

Bapak Elang berasal dari Jakarta, Indonesia, ia terdiagnosa kanker paru sejak Agustus 2015. Di St.Stamford  Modern Cancer Hospital Guangzhou ia menjalani Intervensi, Imunoterapi dan Cryosurgery. Setelah menjalani berbagai metode pengobatan, tumornya pun mengecil secara signifikan.

 Beliau mengucapkan “Saya bersyukur kepada Tuhan yang telah menunjukkan St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou kepada saya, terimakasih juga Modern Cancer Hospital Guangzhou yang telah memberikan saya harapan baru.”

 Modern Cancer Hospital Guangzhou, kanker paru, Intervensi, Imunoterapi, Cryosurgery, Terapi Ozon, pengobatan kanker di China, pengobatan kanker paru

  Awalnya, Elang yang berusia 53 tahun memiliki hidup yang bahagia, pekerjaan yang stabil, istri yang baik dan anak-anak yang berbakti… namun, tiba-tiba sebuah kabar buruk menghampiri kehidupannya.Ketika perusahaan mengadakan check up rutin pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun sekali,tak terduga terdiagnosa ditemukan adanya massa benjolan di bagian paru, dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,Scanning dan biopsy, diketahui bahwa itu adalah kanker.

Begitu mengetahui dirinya terkena kanker, Elang merasa sangat putus asa. Ia tidak menyangka kalau dirinya yang sangat menyukai olahraga ini bisa terkena kanker paru. Rekan-rekan kerjanya pun merasa bingung. Setiap hari ia bekerja dengan mengendarai sepeda, dan di akhir minggu ia rutin bermain golf dan lari. Bagaimana hidup yang sehat dan teratur seperti ini bisa terkena kanker? Elang benar-benar tidak tahu bagaimana cara mengobatinya. Ia berpikir, hidup seseorang adalah satu kesatuan, asalkan tubuhnya lengkap, barulah ia bisa dikatakan sehat. Tetapi jika dilakukan operasi, tubuh seseorang menjadi tidak lengkap lagi dan kesempatannya untuk pulih pun cenderung lebih kecil.

  Setelah tenang dan dapat berpikir positif, ia pun mulai mencari pengobatan kanker paru dan menemukan Modern Cancer Hospital Guangzhou melalui internet. Walaupun di internet terdapat informasi tentang banyak rumah sakit kanker, tetapi ia merasa tertarik dengan Modern Cancer Hospital Guangzhou, karena di website tersebut terdapat banyak kisah nyata dari para pasien dan tentunya metode pengobatan yang dicarinya ada di sana, yaitu “tanpa operasi, minimal invasif dan minim efek samping”. Setelah memahami tentang teknologi minimal invasif yang ada di Modern Cancer Hospital Guangzhou, ia pun memutuskan untuk menjalani pengobatan ke China.

Pertama-tama, ia menjalani Cryosurgery dan biopsy. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa kankernya sudah memasuki stadium 2, disertai adanya penyebaran ke kelenjar getah bening. Berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaannya, Ahli Onkologi di Modern Cancer Hospital Guangzhou menetapkan metode pengobatan yang sesuai. Pada tahap pertama, ia menjalani Intervensi, Cryosurgery dan Imunoterapi. Selesai menjalani tahap pertama, tumor markernya turun dari 8.4 menjadi 1.8. Setelah menjalani Intervensi, Cryosurgery dan Imunoterapi tahap kedua, tumor markernya turun lagi menjadi 0.7. Hal yang paling membuat Elang senang adalah hasil CT scannya menunjukkan bahwa sel kanker di kelenjar getah beningnya sudah menghilang. Untuk mencegah semakin ganas atau penyebaran sel kanker, sekali lagi ia menjalani Intervensi dan Cryosurgery.

Ketika ditanya pendapatnya tentang pengobatan yang dijalaninya,Elang mengatakan ia tidak takut ataupun gugup sama sekali, karena sebelum dilakukan tindakan, dokter telah menjelaskan terlebih dahulu tentang detail pengobatannya dan ia pun telah mempersiapkan diri. Selain itu, ia juga mempercayai Modern Cancer Hospital Guangzhou, ia percaya dirinya bisa sembuh, percaya kalau Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki metode pengobatan terbaik.

Modern Cancer Hospital Guangzhou, kanker paru, Intervensi, Imunoterapi, Cryosurgery, Terapi Ozon, pengobatan kanker di China, pengobatan kanker paru

  Ia juga mengatakan, kesan yang diberikan Modern Cancer Hospital Guangzhou kepadanya bukanlah kesan sebagai sebuah rumah sakit, melainkan lebih seperti sebuah hotel. Menjalani pengobatan di Modern Cancer Hospital Guangzhou sangat relaks, rumah sakit mengadakan berbagai acara keluar untuk menyemangati para pasien, mempersiapkan berbagai kegiatan berkualitas, seperti penyuluhan, wisata keluar dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan ini efektif mengalihkan perhatian pasien dari penyakitnya, serta efektif meningkatkan efektifitas pengobatan.

Ia selalu menganggap kalau kanker tidak bisa disembuhkan, terkena kanker berarti sama dengan menunggu kematian. Tetapi, Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berhasil mengubah pandangannya. Ia mengatakan, “Saya bersyukur kepada Tuhan yang telah menunjukkan Modern Cancer Hospital Guangzhou kepada saya, terimakasih juga Modern Cancer Hospital Guangzhou yang telah memberikan saya harapan baru.” Setelah menjalani serangkaian pengobatan, kini kondisinya telah terkontrol dengan baik, tumornya sudah mengecil dan hidupnya pun kembali normal.

KISAH NYATA PERJUANGAN PASIEN KANKER PARU STADIUM IIIB, DAPAT MENGONTROL KANKER DENGAN BAIK

Edison mengatakan dirinya adalah seorang pejuang ANTI KANKER di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou , mungkin karena semangatnya yang gigih inilah sehingga dia menang melawan kanker yang telah menyebar beberapa kali.

Usia tinggal 6 bulan lagi

Nyawa itu sangat rapuh. Ketika penyakit datang, fisik sekuat apa pun juga perlahan-lahan akan terkalahkan. Edison berasal dari Malaysia, beberapa tahun lalu dia membawa istri dan anaknya yang masih kecil datang ke Shenzhen, China untuk mengembangkan karirnya. Karir cemerlang, keluarga harmonis dan bahagia, namun di saat hidupnya penuh dengan kebanggaan, segalanya berubah drastis.

Tahun 2013, Edison, berusia 43 tahun yang biasanya memiliki fisik kuat mulai batuk tanpa henti. Setelah menyadari ada kemungkinan sakit, dia pergi ke rumah sakit di Shenzhen untuk melakukan check-up. Pada bulan Agustus tahun itu, hasil PET/CT menunjukkan dia menderita “kanker paru kiri”, dokter memvonis usianya tinggal 6 bulan.

Dia shock bahkan menangis. Dia tahu semua ini tidak lepas dari kebiasaannya sehari-hari yang suka merokok dan minum arak. Mungkin hidupnya sungguh akan berakhir. Namun dia tidak boleh menerima semua ini begitu saja, dia tidak boleh seperti yang dikatakan dokter padanya untuk memberitahu keluarganya mempersiapkan pemakaman. Anak bungsunya baru berusia 2 tahun, dia tidak rela meninggalkan mereka.

Kondisi penyakit memburuk selama proses pengobatan

Sejak September 2013, Edison secara aktif menjalani pengobatan herbal. Saat itu benjolan di paru-parunya 7 cm, setelah menjalani pengobatan herbal dalam waktu singkat, benjolan sedikit mengecil. Namun kemudian kondisi memburuk lagi dan mulai batuk darah. Pada masa itu, dia berkonsultasi dengan rumah sakit di Malaysia dan Shenzhen. Dari pemeriksaan di Malaysia ditemukan bahwa benjolan membesar hingga 8 cm. RS Shenzhen bahkan langsung menolak merawatnya.

Namun walaupun kehidupan itu rapuh tapi juga sangat berharga, dia belum boleh menyerah. Kemudian dalam proses mencari pengobatan, dia mendengar dari teman tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, istrinya juga mendapatkan informasi RS ini saat membantu mencari informasi di internet. Teknik pengobatan Minimal Invasif membuat Edison merasa mungkin penyakitnya masih bisa disembuhkan, tapi kondisi penyakit yang parah membuatnya tidak berani menaruh harapan. Pada akhirnya dia memutuskan mencoba berobat ke Guangzhou.

Awal 2014, Edison mengendarai mobil dari Shenzhen menuju Guangzhou. Peng Xiaochi, Ahli Onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, melakukan analisa secara menyeluruh terhadap kondisi penyakitnya, dan memberikan program pengobatan awal: dengan Cryosurgery menghancurkan tumor di paru, dipadukan dengan Penanaman Biji Partikel untuk dilakukan radioterapi internal.

Pengalaman pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Maret 2014, Edison mulai menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Hasil CT menunjukkan tumor di bagian parunya sudah membesar hingga 12 cm, bahkan terjadi penyebaran kelenjar getah bening hilus dan mediastinum, CEA 1.12ng/ml, CA125 22.3U/mL. Sejak 12 Desember, Edison menjalani Cryosurgery tumor paru kiri, 3 kali Intervensi serta 1 kali terapi natural. Efek pengobatan kali ini cukup baik, tumor di paru kiri dan metastasis di kelenjar getah bening mengecil, tumor marker juga menurun sampai standar normal. Dr. Pan Xin, dokter penanggung jawab Edison menjelaskan: “Saat kondisi penyakit pasien terus membaik, kami menyarankan untuk melakukan radioterapi, tujuannya agar mencapai efek penyembuhan radikal. Edison yang saat itu masih bekerja memutuskan menjalani radioterapi di Shenzhen.

Namun hasil pemeriksaan medis tanggal 4 Juni membuat harapan ini sirna—sel tumor telah menyebar ke pankreas. Dokter Pan menjelaskan, metastasis jauh tidak cocok menjalani radioterapi.

1-111430628 11 Juni 2014, Edison kembali ke rumah sakit menjalani Penanaman Biji Partikel untuk menangani tumor yang menyebar ke pankreas. Ditambah dengan biji partikel yang ditanamkan ke bagian yang mengalami perubahan patologis, di dalam tubuh Edison total ada 30 biji partikel. Saat diwawancara, Edison menjelaskan dia harus menjauhkan diri dari anaknya selama proses pengobatan karena biji partikel akan terus memancarkan sinar Gamma, tapi dia tahu harus bersabar agar kelak ada lebih banyak waktu berdekatan dengan sang anak.

Pengobatan Penanaman Biji Partikel berjalan lancar, kondisi tubuh Edison juga perlahan membaik. Perlahan tidak ada lagi gejala seperti nyeri dada, batuk, tumor marker juga dalam batas normal. Melalui beberapa kali Intervensi, tumor di pankreas Edison menghilang, tumor di paru juga mengecil hingga 5 cm.

Multiple Bone Metastatic

13 Januari 2015, Edison sekali lagi menjalani Cryosurgery untuk tumor di paru kiri. Hingga saat ini infeksi paru dan tekanan darahnya dapat terkontrol, kondisinya terus membaik.

Namun kanker seperti bulu babi, lari ke mana-mana. 14 Februari 2015, setelah masuk RS dan melakukan pemeriksaan, Edison diberitahu: muncul Multiple Bone Metastatic. Karena efek pengobatan yang digunakan saat ini bagus, setelah mengevaluasi segala aspek kondisi tubuh Edison, dokter mengizinkan dia pulang. Kemudian dalam setahun ini, Edison secara berkelanjutan masuk RS untuk mengontrol kondisi penyakit, sebulan sekali minimal 2 hari, maksimal 7 hari. Pengaturan seperti ini di satu sisi karena pengobatan Minimal Invasif memiliki keunggulan luka sayatan kecil, pemulihannya cepat, umumnya pasien tidak perlu dirawat inap dalam waktu lama; di sisi lain karena Edison tetap aktif bekerja. Walaupun pengobatan setahun ini efeknya lambat, tapi kondisi terus membaik. Lesi paru kiri mengecil dibandingkan dengan kondisi awal.

Metastasis ginjal kiri dan prostat

Ada kalanya jelas-jelas ada harapan, tapi akhirnya menyadari itu sebuah penipuan yang konyol. Setelah pengobatan berkelanjutan selama 2 tahun, Edison sudah tidak sekuat dulu lagi, dia tidak tahu siksaan penyakit ini masih akan berlangsung berapa lama, karena dari hasil pemeriksaan terbaru pada Maret 2016 menunjukkan kondisi penyakitnya memburuk, terjadi metastasis ke ginjal kiri dan prostat. Namun pada detik ini, pejuang ini tetap bertahan demi istri dan anak.

17 Maret 2016, Edison mulai menjalani 1 proses pengobatan Intervensi dan 4 proses pengobatan Terapi Gen Bertarget, tanggal 29 menjalani Cryosurgery pada ginjal kiri. Selama proses pengobatan, kondisi penyakitnya terus membaik, sementara itu muncul beberapa reaksi terhadap obat baru yang ditargetkan seperti: pelekatan usus, radang selaput perut, sudah pulih setelah dilakukan laparotomy. Hasil pemeriksaan ulang pada Agustus 2016 menunjukkan selain masih ada yang tertinggal di paru kiri dan mediastinum, sel kanker di tempat lain sudah kehilangan aktivitasnya. Selama bulan Oktober-November, Edison memulihkan kesehatan di Malaysia, kondisi penyakit terus membaik. Desember 2016, Edison kembali ke RS untuk berobat, hasilnya menunjukkan sel kanker dalam tubuhnya sudah tidak aktif lagi.

Sejak diberitahu dokter bahwa usianya tinggal 6 bulan hingga datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, melawan kanker dengan gigih selama 3 tahun lebih, kemenangan Edison adalah kemenangan atas dirinya melawan penyakit dengan tegar, juga kemenangan RS dalam teknik pengobatan dan standar medis. Menurut penjelasan Dokter Pan Xin: “Saat pasien datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan menanggung beban vonis ‘usia tinggal 6 bulan’, kami melakukan evaluasi secara komprehensif, merasa pasien masih ada harapan, kondisi penyakit masih terkontrol. Sebagai dokter, asalkan pasien masih ada secercah harapan, maka kami harus berusaha semaksimal mungkin. Apalagi Edison memiliki keinginan hidup yang sangat kuat.”

Meski tubuh Edison lemah di tengah sakitnya, tapi pikirannya sangat jernih. Dia mengubah kebiasaan buruknya, melakukan aktivitas fisik moderat, menambah asupan gizi. Dia mengatakan, tidak hanya kemauan keras yang dibutuhkan dalam pengobatan, tapi juga tubuh yang kuat. Dia sangat mempercayai dan menghormati dokter dan perawat, dia menjelaskan: “Selama proses pengobatan, saya pernah menjadi mudah marah dan kasar, tapi para perawat tetap begitu perhatian dan sabar dalam merawat saya. Pada bulan Juli, setelah saya menjalani laparotomy, dokter Pan sendiri yang membersihkan luka saya, bagiku dia tidak hanya dokter, tapi juga seorang teman baik. Begitu juga Dokter  Dai Wenyan, dia seperti saudara perempuan saya.”

Edison adalah seorang penganut Kristen, dia merasa datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou adalah rencana Tuhan. Berpikir tentang 3 tahun yang dilaluinya ini, dia berkata: “Teknologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou sangat maju, dokternya sangat berpengalaman, pasien yang berobat di sini harus yakin pada dokter dan sepenuhnya mengikuti anjuran  dokter.”

TERAPI VITAMIN C DOSIS TINGGI- MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGOBATAN KANKER

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou .Prinsip Terapi Vitamin C Dosis Tinggi, Panduan Terapi Minimal Invasif. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi –efektif anti kanker dua kali lipat. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi adalah terapi yang menggunakan dosis tinggi untuk jangka panjang. Vitamin C akan dimasukkan melalui infus atau suntikan di intravena untuk menghambat dan membunuh sel kanker.

Gambaran Kombinasi Pengobatan Kemoradiasi dan Penggunaan Vitamin C Tunggal. Fungsi Vitamin C sendiri adalah untuk melawan kanker, dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan kemoradioterapi untuk meningkatkan efektifitas obat kemoterapi. Kandungan tinggi Vitamin C dapat digunakan pada kanker stadium awal, menengah dan akhir. Sejak abad ke-21, Vitamin C dosis tinggi telah termasuk dalam pengobatan kombinasi kanker, penambah sensitivitas terhadap kemoterapi dan pengganti obat anti kanker terpenting.

Terapi Vitamin C Untuk Pengobatan Kanker. Prinsip pengobatan terapi Vitamin C untuk kanker adalah menggunakan dosis tinggi untuk pengobatan jangka panjang. Terapi Vitamin C dosis tinggi dibagi menjadi pengobatan intensif dan pengobatan konsolidasi, yang mana pertama-tama bertujuan untuk membersihkan dan mengontrol tumor, kemudian mencegah kekambuhan dan metastase. Sedangkan saat dikombinasikan dengan kemoradioterapi, umumnya dosis vitamin C akan dikurangi, digunakan secara rutin setiap hari.

Proses Pengobatan Kanker Terapi Vitamin C Dosis Tinggi. Keunggulan :

1. Meningkatkan efektifitas kemoradioterapi, meminimalisir efek samping toksin

2. Keamanan tinggi, tidak merusak sel-sel normal lainnya

Membunuh sel kanker secara selektif, tanpa efek samping terhadap metabolisme dan fungsi organ.

Gambaran Terapi Vitamin C Dosis Tinggi Mengobati Berbagai Kanker. Terapi Vitamin C dosis tinggi dapat digunakan pada berbagai pasien kanker, baik pada stadium menengah maupun akhir. Dapat meringankan gejala dermatitis, neuritis serta hemoragik enteritis yang disebabkan oleh radioterapi dan gangguan fungsi hati dan ginjal, anemia berat atau sindrom dispepsia gastrointestinal akibat kemoterapi. Penggunaan kombinasi Terapi Vitamin C Dosis Tinggi dapat memperbaiki kualitas hidup pasien secara signifikan.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi dapat meningkatkan efektifitas pengobatan kanker dan membawa kesejahteraan bagi pasien kanker. St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou akan terus menerus mengembangkan teknologi baru, melakukan terobosan inovatif dan membawa harapan baru  yang lebih optimis kepada para pasien.

SAYA MENEMANI MAMA MEMENANGI KANKER-SEBUAH MONOLOG DARI PUTRI PEJUANG ANTIKANKER

“Jangan menyerah, harus yakin pada diri sendiri, yakin pada rumah sakit dan dokter. Asalkan kamu berdoa dengan tulus, menuruti pesan dokter, memperhatikan pola makan, pasti bisa sembuh.”

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Metode Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, Terapi Ozon, Terapi Natural

Lie Keuw Joen

Pada suatu pagi di bulan Mei 2015, ibuku seperti biasa pergi ke gereja untuk berdoa, teman yang pergi bersamanya memperhatikan ada benjolan di leher kirinya, juga mendesaknya pergi ke rumah sakit untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan Adenokarsinoma paru kiri stadium IV metastasis kelenjar getah bening leher sebelah kiri, ukurannya yang paling besar sekitar 3×2 cm. Bagi keluarga, kabar ini bagaikan petir di siang bolong. Saya sering menangis diam-diam tapi ibu tampak tenang. Dia mengatakan: “Saya selalu berdoa kepada Tuhan, jadi bagaimanapun saya percaya Tuhan akan membantu saya menemukan jalan keluarnya.” Sikap optimis ibu membuat kami merasa sedikit terhibur.

Awalnya kami meminta bantuan pada rumah sakit di Indonesia. Rancangan yang disarankan dokter adalah operasi pengangkatan tumor leher serta kemoradioterapi untuk pengobatan tumor di paru. Mempertimbangkan efek samping kemoradioterapi, apalagi usia ibu yang sudah lanjut, keluarga tidak ingin membuat dia menanggung penderitaan itu. Seiring perkembangan penyakit, ibu perlahan-lahan mengalami gejala nyeri sendi, punggung, pusing-pusing bahkan batuk berdarah. Kami sekeluarga mencari pengobatan ke mana-mana, tepat di saat merasa tidak berdaya, seorang sahabat memperkenalkan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou kepada kami. Kemudian saya berkonsultasi dengan pihak kantor perwakilan rumah sakit di Jakarta dan mengetahui bahwa rumah sakit ini adalah rumah sakit khusus kanker dan tumor. Setelah dokter ahli di kantor perwakilan selesai melihat hasil pemeriksaan medis ibuku, beliau mengusulkan rancangan pengobatan dan memperkenalkan teknik pengobatan kanker di RS tersebut. Metode khusus Minimal Invasif yang dimiliki rumah sakit menarik perhatian saya karena kami belum pernah mendengar teknik pengobatan seperti ini di Indonesia.

September 2015, dengan perasaan yang gelisah, saya mendampingi ibu memulai perjalanan panjang dalam mencari pengobatan medis.

Pertemuan pertama dengan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, harapan baru

Ibu sangat senang dengan perjalanan kali itu, sebelum turun pesawat dia berkata pada saya“Saya selalu ingin datang berwisata ke China, akhirnya kali ini ada kesempatan.”Pada saat itu juga, wajahnya tersenyum ceria seperti anak kecil, membuat orang sama sekali lupa akan penyakitnya. Tampaknya dia menganggap kedatangannya ke China kali ini hanya sebagai perjalanan wisata. 22 September, staf RS menjemput kami dari bandara lalu mengantar kami ke RS. Pelayanan seperti ini membuat saya sangat terkejut, karena saya tidak pernah menerima perlakuan seperti ini di rumah sakit lain.

Pada hari kedua, setelah menjalani pemeriksaan lengkap dan tim ahli berdiskusi mengenai kondisi ibu, diputuskan menggunakan metode Intervensi dahulu. Walaupun ibu selalu optimis, tapi sebelum melakukan Intervensi untuk pertama kalinya, pasti ada kekhawatiran dalam hatinya, bagaimanapun dulunya dia selalu sehat, tidak pernah menjalani operasi besar. Setelah dokter menjelaskan prinsip pengobatan pada kami, ibu merasa jauh lebih santai. Setelah menjalani Intervensi untuk pertama kalinya, limfoma pada leher ibu mengecil secara signifikan, batuk darah juga berkurang, tidak lagi susah tidur pada malam hari karena nyeri punggung, nafsu makan juga membaik. Jarak waktu pengobatan selanjutnya adalah 1-2 bulan ke depan, maka kami pulang menunggu pengobatan berikutnya.

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Metode Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, Terapi Ozon, Terapi Natural

Lie Keuw Joen beserta putri dan perawat

 

  Berpegang pada kepercayaan dan pantang menyerah, akan ada pelangi setelah hujan berlalu

Tidak lama setelah pulang dari RS, ibu memberitahuku suatu hari dia bermimpi melihat seberkas cahaya yang menyilaukan mata. Setelah didekati ternyata Yesus yang memberitahu dia agar jangan menyerah dan tetap bersemangat. Keesokan paginya begitu bangun tidur, ibu merasakan dirinya rileks dan lebih bersemangat, bahkan bisa bersih-bersih. Dia mengatakan mungkin ini petunjuk dari Tuhan yang membuktikan bahwa memilih St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou adalah keputusan tepat. Mimpi ini semakin meneguhkan tekad ibu untuk melanjutkan pengobatan, membuatnya semakin yakin dan berani. Keyakinannya yang tulus senantiasa memandunya, selama menjalani pengobatan di Guangzhou, dia juga sering berdoa dan pergi ke gereja pada hari Minggu.

Setelah menjalani pengobatan 4 kali pengobatan Intervensi, dikombinasikan Cryosurgery, Terapi Ozon dan Terapi Natural, kondisi tubuh ibu perlahan memulih, gejala batuk darah, sakit punggung, pusing-pusing sudah hilang, limfoma di leher telah hilang, tumor di paru kiri mengecil 50%. Menurut penjelasan dokter penanggung jawab, Yao Zhongping, ada harapan tumor akan menghilang sepenuhnya. Dalam kondisi normal, kelangsungan hidup pasien kanker paru stadium akhir hanya 10 bulan, sedangkan ibu didiagnosa kanker paru stadium IV sudah hampir 2 tahun. Sekarang ibu terlihat berseri-seri, sama sekali tidak mirip orang sakit. Saya mewakili keluarga berterima kasih dengan tulus pada St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, dokter dan teknologi di sinilah yang memberikan kami harapan, sehingga keluarga kami mendapatkan kebahagiaan kembali.

  Menghabiskan waktu yang menyenangkan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Selama tinggal di rumah sakit, meskipun berada di negeri orang tapi ibu dan saya tidak pernah merasa kesepian karena ibu orang yang lincah, sejak awal dia telah berteman baik dengan staf RS. Perhatian dari para perawat dan dokter membuat kami merasakan kehangatan keluarga di tengah kota yang asing ini.

Saya sudah 2 kali menemani ibu merayakan hari ulang tahun di RS dengan gembira. Kami bahkan mengundang perawat dan dokter untuk hadir, kami semua bersama menyanyikan lagu ulang tahun dan makan kue. Melihat wajah ibu penuh kebahagiaan kala itu, saya tidak dapat menahan air mata. Sepanjang perjalanan ini, daripada mengatakan saya menemani ibu melawan kanker, lebih baik mengatakan ibu menemani saya menanggungnya, karena selama ini dialah yang paling optimis, dia juga yang menghiburku. Ibu bisa mendapatkan efek pengobatan yang begitu baik, selain berkat teknik St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang hebat, keoptimisannya juga tidak bisa diabaikan.

Di waktu luang, saya dan ibu sering mengikuti kegiatan di RS seperti kontes makanan, lomba membungkus bakcang, pesta natal dll. Kegiatan-kegiatan ini mendekatkan hubungan kami dengan staf RS dan pasien lain, di sini kami seperti keluarga yang bersatu hati, bersama melewati masa sulit.

Sebelum keluar RS, ibu berkata kepadaku dengan tatapan mendalam: “Sangat berterima kasih pada putriku tercinta yang telah menemani saya menjalani hari-hari terpenting dalam hidupku ini. Ada kamu yang menemani, saya baru bisa melewati rintangan ini dengan lancar. Setelah menyelesaikan pengobatan kali ini, kita pergi bersama ke Shenzhen, Hongkong, Macau, bertamasya ke setiap penjuru negara yang indah ini.

KANKER PARU-PARU

Kanker paru adalah jenis tumor ganas yang berasal dari mukosa atau kelenjar pada bronkus, tingkat morbiditas dan mortalitasnya menempati urutan pertama di dunia. Berdasarkan data statistik yang ada, di antara seluruh jenis kanker yang menyerang kaum pria, kanker paru menempati urutan pertama, tetapi mordibitasnya pada kaum wanita saat ini semakin meningkat. Kanker paru stadium awal biasanya ditandai dengan penyakit pada pernafasan. Jika sudah muncul gejala secara klinis, biasanya penyakit sudah memasuki tahap lanjut, karena itu, gejala awal kanker paru perlu diwaspadai. Semakin cepat terdeteksi dan diobati, hasil pengobatan juga akan semakin efektif. Jikalau begitu, apa saja gejala awal kanker paru? Ahli dari Modern Cancer Hospital Guangzhou akan menjabarkannya untuk kita semua.

1. Batuk

Penampakan awal batuk pada kanker paru biasanya merupakan batuk kering yang tidak disertai atau disertai sedikit dahak, batuk akan semakin parah ketika tumor mulai menghimpit bronkus, kebanyakan berupa batuk yang tak kunjung sembuh, disertai suara mendengking atau batuk iritasi. Gejala batuk mudah disalah artikan sebagai gejala flu, tetapi jika batuk yang anda alami tidak kunjung sembuh, waspadalah, segeralah melakukan pemeriksaan dan ikuti saran dari dokter.

2. Dahak disertai darah

Karena penampakan tumor pada pembuluh darah bermacam-macam, dapat menyebabkan tenggorokan menjadi terluka bahkan pecahnya pembuluh darah, sehingga menimbulkan gejala dahak berdarah. Dahak disertai darah biasanya muncul pada tahap stadium awal dan lanjut, darah berwarna merah segar atau disertai dengan buih-buih, gejala ini biasa muncul sesekali atau tidak terus menerus. Situasi seperti ini banyak ditemui pada kanker paru stadium menengah ke atas.

3. Suara serak

Suara serak merupakan gejala awal yang khas dari kanker paru, alasannya adalah karena tumor telah menyerang atau menekan sebagian besar saraf pita suara, gejala ini sering ditemukan, perkembangannya cepat, pada beberapa pasien bahkan dapat kehilangan suaranya. Selain itu, sebagian besar pasien juga merasakan nyeri pada bagian dada, beristirahat atau melakukan anti-inflamasi selama lebih dari 2 minggu pun belum tentu efektif. Jadi, jika anda mengalami gejala suara serak seperti di atas, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

4. Demam

Biasanya, pada kasus kanker paru sentral, ketika tumor sudah tumbuh dan berkembang hingga menyumbat setengah atau seluruh bagian lumen akan muncul pneumonia onstruktif, yang akan menyebabkan demam sekitar 38℃, tetapi dapat diatasi dengan anti-inflamasi. Namun jika lesi penyumbatan tidak segera diatasi, dapat dengan cepat menyebabkan pneumonia yang lebih parah lagi, dan menimbulkan pneumonia berulang. Sehingga, saat anda sudah mengalami pneumonia berulang yang tak kunjung terobati, tidak menutup kemungkinan dapat menjadi kanker paru.

5. Pernafasan Berbunyi

Biasanya dapat timbul gejala pernafasan berbunyi secara sepihak, gejala ini akan semakin nyata pada saar pasien menarik nafas, di mana setelah batuk, fenomena ini tidak kunjung hilang. Tetapi gejala ini umumnya hanya terjadi sesaat, sehingga mudah diabaikan.

6. Pucat

Penampakan luar pasien kanker paru umumnya pucat dan tidak cerah. Pada pipi biasanya dapat timbul gejala kemerahan atau keunguan pada pasien, merah merona seperti menggunakan make up, pola cakar kepiting, gelap, kulit bercorak dan lain-lain, fenomena pada kedua pipi ini yang biasanya terlihat lebih nyata, gejala-gejala ini juga bisa bertambah parah seiring dengan bertambah parahnya penyakit.

Gejala awal kanker paru mungkin tidak begitu terlihat nyata dan mudah disalah artikan sebagai flu atau penyakit biasa lainnya. Melakukan pengobatan yang salah berulang-ulang sama saja dengan menunda waktu pengobatan terbaik, sehingga ahli onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau : Jika anda mengalami batuk, demam atau pneumonia berulang kali, waspadalah! Segeralah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit besar, untuk menghindari serangan kanker paru.

Tingkat Kejadian dan Kematian Kanker Paru : Menduduki Tingkat Pertama Untuk Kaum Pria dan Tingkat Kedua Untuk Kaum Wanita

Tingkat kasus dan tingkat kematian kanker paru bertumbuh dengan cepat, jenis penyakit ini merupakan salah satu jenis tumor ganas yang paling mengancam kesehatan manusia, menduduki tingkat pertama pada kaum pria dan tingkat kedua untuk kaum wanita. Berapa lama pasien kanker paru dapat bertahan hidup? Berikut adalah hasil survei medis :

Stadium 0 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 70-80%

Stadium 1 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 50%

Stadium 2 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 30%

Stadium 3 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 5-15%

Stadium 4 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun <2%

Dari data di atas, kita sama-sama dapat melihat, meskipun termasuk stadium awal, namun tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bagi pasien kanker paru lebih rendah dibandingkan jenis pasien kanker lainnya, ini menjadi ancaman serius bagi hidup pasien. Oleh karena itu, bagi para pasien kanker paru, setelah terdiagnosa segeralah memilih opsi pengobatan terbaik, sehingga dapat secara efektif meningkatkan tingkat kelangsungan hidup jangka panjang.

Sudah terdiagnosa kanker paru dan ingin mendapatkan bantuan opini pengobatan? Silakan klik!

Kisah Perjuangan Pasien Kanker Paru Stadium 4

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Kurniawan    Kanker Paru

Pada tahun 2013, Kurniawan yang berasal dari Indonesia didiagnosa kanker paru stadium 4. Ia menerima saran yang diberikan oleh dokter setempat untuk menjalani pengobatan herbal, namun kondisinya sama sekali tidak membaik. Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou ia menjalani pengobatan minimal invasif, antara lain Terapi Intervensi dan Cryosurgery. Kini ukuran tumornya mengecil, kondisinya stabil dan kondisi fisiknya pun kembali normal.

Baca kisah selengkapnya>>

Mengapa Metode Konvensional Seperti Operasi dan Kemoradioterapi Tidak Efektif Mengobati Kanker Paru?

Tindakan Operasi : Luka Serius, Tingkat Risiko Tinggi

Tindakan operasi merupakan metode konvensional pengobatan kanker paru. Di bagian dada akan dibedah sebesar 3-4cm dan dilakukan pengangkatan 1-2 tulang rusuk, setelah itu baru bisa dilakukan pengangkatan tumor. Tindakan operasi tersebut memiliki tingkat risiko yang tinggi dan meninggalkan luka yang serius. Banyak pasien kanker paru yang bahkan kehilangan nyawa saat proses tindakan operasi. Menurut data statistik di AS, biasanya setelah pengangkatan lobus temporal, sekitar 10.7% pasien meninggal dalam waktu 30 hari setelah operasi.

Kemoradioterapi : Efek Samping Yang Tak Tertahankan

Selain membunuh sel kanker, kemoradioterapi juga dapat membunuh sel sehat dan merusak sistem kekebalan tubuh secara bersamaan. Pasien bisa menerima efek samping yang serius, seperti berkurangnya sel darah putih dan trombositopenia, sering buang air kecil, rambut rontok, muntah dan sebagainya. Di saat bersamaan, berkurangnya sel imun dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah sehingga tidak dapat melawan kanker dan penyakit lainnya, ini menjadi ancaman kematian yang serius.

Dibandingkan metode pengobatan konvensional, metode minimal invasif memiliki kelebihan seperti luka kecil, minim efek samping, pemulihan cepat, serta hasil yang efektif. Metode ini menjadi opsi pengobatan yang diakui dan dipercaya banyak pasien kanker paru.

Metode Minimal Invasif Apa Saja Yang Digunakan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Paru?

 1. Intervensi : Luka Hanya 1-2mm, Akurat Membunuh Sel Kanker

Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, kawat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

 Intervensi

 2. Penanaman Biji Partikel : Radioterapi Lokal, Akurat Menghancurkan Jaringan Tumor

Kelebihan Penanaman Biji Partikel : Efektif memancarkan sinar terpusat di dalam tumor tanpa merusak jaringan-jaringan normal; radiasi berlangsung hingga 180 hari, efektif membunuh sel tumor; luka kecil; minim efek samping dan komplikasi.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Penanaman Biji Partikel

3. Cryosurgery : Luka Kecil, Minim Komplikasi, Mencegah Kekambuhan

Proses Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun hasil yang didapat setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini dapat menurunkan risiko operasi dan komplikasi, dapat memantau proses, memberikan hasil pengobatan yang baik, serta tidak ada kondisi batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil diterapkan pada banyak pasien kanker paru, serta membuahkan hasil yang efektif.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Cryosurgery

4. Imunoterapi : Meningkatkan Sel Imun, Memperpanjang Kelangsungan Hidup

Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa penyakit pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Metode ini juga dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh pasien yang rusak, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dikarenakan sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, maka tidak mungkin terjadi penolakan. Metode ini sangat aman dan tanpa efek samping. Kondisi tubuh yang sehat atau lemah tetap bisa menjalani terapi sel imun.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

 Imunoterapi

 Teknologi terbaru pengobatan kanker paru lainnya

 Apa Tujuan Dari Pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou?

Untuk pengobatan kanker paru, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyiapkan tim medis multidisiplin untuk melakukan terobosan metode pengobatan, mempertemukan berbagai ahli spesialis untuk bersama-sama mendiskusikan opsi pengobatan terbaik untuk pasien kanker paru. Diskusi ini bertujuan untuk saling melengkapi pengetahuan dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, bersama-sama menentukan metode pengobatan yang paling tepat serta mengontrol efektifitas pengobatan. Di rumah sakit ini, semua tim medis akan berusaha yang terbaik untuk mengobati pasien kanker paru, mereka akan melakukan segala kemungkinan untuk memberikan pelayanan medis berkualitas tinggi bagi pasien.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Pengobatan Terapi Intervensi dan Cryosurgery, Membuat Saya Optimis Melawan Kanker Paru Stadium 4

Muhammad Nasir adalah seorang pasien kanker paru stadium 4 asal Indonesia. Pada Juni 2016, ia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani pengobatan. Setelah menjalani Intervensi dan Cryosurgery, kini kondisinya telah membaik. Kesan dan Pesan Bapak Muhammad Nasir untuk pasien kanker ;

“Teman-teman saya yang terkasih, saya berharap kita semua datanglah ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk mendapatkan  pengobatan yang tepat dan akurat, yakinlah kalau Anda pasti bisa ,kesembuhan bukan suatu yang mustahil !”

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Intervensi, Cryosurgery, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Muhammad Nasir berasal dari Surabaya, Indonesia. Ia adalah seorang pasien kanker paru dengan metastasis mediastinum kelenjar getah bening dan kedua paru.

Pada awal April 2016, kedua kaki Muhammad Nasir mulai membengkak. Ia tidak tahu penyebabnya atau menyangka kalau dirinya menderita suatu penyakit, karena selain kakinya yang bengkak, semua kondisi tubuhnya sangat normal. Bagaimanapun juga, umurnya sudah tidak muda, untuk memastikan kesehatannya, dengan didampingi istri dan putranya, ia pun melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Muhammad Nasir mengunjungi banyak dokter, termasuk dokter internis, dokter spesialis jantung dan spesialis paru, dan hasil diagnosa yang diberikan dokter adalah kanker paru. Namun, Muhammad Nasir tidak mengetahui diagnose penyakitnya, agar tidak membuatnya khawatir, istri dan anaknya tidak mengatakan yang sebenarnya.

  Kemudian, Muhammad Nasir mulai menjalani rawat inap di rumah sakit. Setelah menjalani kemoterapi intravena selama 2 minggu, dokter mengatakan bahwa pengobatan ini hanya dapat menstabilkan kondisi penyakitnya, tidak dapat menyembuhkannya, dan ia harus terus menjalani pengobatan. Mendengar dokter mengatakan ini, putra Muhammad Nasir tergerak untuk mencari metode pengobatan yang lebih efektif, karena bagaimanapun juga, kemoterapi di Indonesia tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, tapi juga dapat membawa dampak kerusakan yang besar, sedangkan ayahnya yang berusia 66 tahun sudah terlalu banyak menanggung rasa sakit.

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Intervensi, Cryosurgery, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Melalui internet, putra Muhammad Nasir mendapatkan informasi bahwa pengobatan kanker paru di China dan Amerika lebih efektif, dan yang menarik perhatiannya, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki 18 teknologi pengobatan Minimal Invasif. Kemudian melalui informasi di website, putra Muhammad Nasir menghadiri Penyuluhan dan Tanya Jawab Kanker. Setelah berkonsultasi dengan dokter onkologi, ia pun memutuskan untuk membawa ayahnya ke China dan menjalani pengobatan.

Pada 8 Juni 2016, Muhammad Nasir datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Saat itu, sang putra pun memberitahukan kondisi penyakit sebenarnya kepada sang ayah, serta ukuran tumor yang sudah mencapai 7cm. Setelah menjalani seluruh pemeriksaan, Muhammad Nasir terdiagnosa menderita kanker paru stadium 4. Tim Ahli MDT pun berdiskusi untuk menetapkan metode pengobatannya, Intervensi dan Cryosurgery. Saat kedatangan pertama, Muhammad Nasir menjalani rawat inap selama 1 bulan penuh, pada 12 Juni, ia menjalani Cryosurgery pada tumor di paru kanan, kemudian pada 16 Juni dan 5 Juli ia menjalani Intervensi. Efektifitas pengobatan yang dijalaninya sangat jelas, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi Muhammad Nasir telah membaik hingga 50%. Setelah 2 minggu keluar dari rumah sakit, tepatnya 25 Juli, ia harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani 2 kali Intervensi dan 1 kali Cryosurgery. Setelah menjalani pengobatan kali ini, kondisinya telah membaik hampir 80%. Wawancara ini dilakukan saat kedatangan ketiganya ke rumah sakit. Menurutnya, saat menjalani Intervensi dan Cryosurgery, tidak ada ketidaknyamanan yang dirasakannya, seluruh tubuhnya sangat rileks. Setelah tindakan pun, ia tidak mengalami mual, muntah dan berbagai efek samping pengobatan lainnya.

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Intervensi, Cryosurgery, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Sebelum Pengobatan

Muhammad Nasir yang optimis hanya merasa terkejut saat mengetahui dirinya menderita kanker. Sedangkan sang istri yang sudah mengetahui penyakitnya sejak awal selalu bersikap tenang, lembut dan sabar mendampinginya. Menurut sang istri, jika kita menderita penyakit, kita harus melakukan pengobatan, tidak ada yang perlu diragukan. Ia telah menikah Muhammad Nasir selama 45 tahun, ia berharap cinta ini dapat terus bertahan. Ia mengatakan, jangan pernah merasa kalau diri kita sudah tua, kita harus terus berpikir layaknya orang muda.

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Intervensi, Cryosurgery, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Setelah Pengobatan

Muhammad Nasir percaya bahwa perhatian dari dokter yang ada di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou membuatnya tidak khawatir terhadap kondisi penyakitnya. Dengan adanya teknologi canggih, dokter profesional, serta perhatian dari suster dan keluarganya, yang bisa ia lakukan hanyalah menjalani pengobatan dengan sebaik-baiknya. Meskipun ada perbedaan bahasa, namun lincahnya penerjemah telah menghapus semua hambatan dalam komunikasi. Ia juga dengan tulus berpesan kepada pasien lainnya, “Teman-teman saya yang terkasih, saya berharap Anda datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani pengobatan, yakinlah kalau Anda pasti akan sembuh!”

Kanker Paru-paru

Kanker paru adalah jenis tumor ganas yang berasal dari mukosa atau kelenjar pada bronkus, tingkat morbiditas dan mortalitasnya menempati urutan pertama di dunia. Berdasarkan data statistik yang ada, di antara seluruh jenis kanker yang menyerang kaum pria, kanker paru menempati urutan pertama, tetapi mordibitasnya pada kaum wanita saat ini semakin meningkat. Kanker paru stadium awal biasanya ditandai dengan penyakit pada pernafasan. Jika sudah muncul gejala secara klinis, biasanya penyakit sudah memasuki tahap lanjut, karena itu, gejala awal kanker paru perlu diwaspadai. Semakin cepat terdeteksi dan diobati, hasil pengobatan juga akan semakin efektif. Jikalau begitu, apa saja gejala awal kanker paru? Ahli dari Modern Cancer Hospital Guangzhou akan menjabarkannya untuk kita semua.

1. Batuk

Penampakan awal batuk pada kanker paru biasanya merupakan batuk kering yang tidak disertai atau disertai sedikit dahak, batuk akan semakin parah ketika tumor mulai menghimpit bronkus, kebanyakan berupa batuk yang tak kunjung sembuh, disertai suara mendengking atau batuk iritasi. Gejala batuk mudah disalah artikan sebagai gejala flu, tetapi jika batuk yang anda alami tidak kunjung sembuh, waspadalah, segeralah melakukan pemeriksaan dan ikuti saran dari dokter.

2. Dahak disertai darah

Karena penampakan tumor pada pembuluh darah bermacam-macam, dapat menyebabkan tenggorokan menjadi terluka bahkan pecahnya pembuluh darah, sehingga menimbulkan gejala dahak berdarah. Dahak disertai darah biasanya muncul pada tahap stadium awal dan lanjut, darah berwarna merah segar atau disertai dengan buih-buih, gejala ini biasa muncul sesekali atau tidak terus menerus. Situasi seperti ini banyak ditemui pada kanker paru stadium menengah ke atas.

3. Suara serak

Suara serak merupakan gejala awal yang khas dari kanker paru, alasannya adalah karena tumor telah menyerang atau menekan sebagian besar saraf pita suara, gejala ini sering ditemukan, perkembangannya cepat, pada beberapa pasien bahkan dapat kehilangan suaranya. Selain itu, sebagian besar pasien juga merasakan nyeri pada bagian dada, beristirahat atau melakukan anti-inflamasi selama lebih dari 2 minggu pun belum tentu efektif. Jadi, jika anda mengalami gejala suara serak seperti di atas, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

4. Demam

Biasanya, pada kasus kanker paru sentral, ketika tumor sudah tumbuh dan berkembang hingga menyumbat setengah atau seluruh bagian lumen akan muncul pneumonia onstruktif, yang akan menyebabkan demam sekitar 38℃, tetapi dapat diatasi dengan anti-inflamasi. Namun jika lesi penyumbatan tidak segera diatasi, dapat dengan cepat menyebabkan pneumonia yang lebih parah lagi, dan menimbulkan pneumonia berulang. Sehingga, saat anda sudah mengalami pneumonia berulang yang tak kunjung terobati, tidak menutup kemungkinan dapat menjadi kanker paru.

5. Pernafasan Berbunyi

Biasanya dapat timbul gejala pernafasan berbunyi secara sepihak, gejala ini akan semakin nyata pada saar pasien menarik nafas, di mana setelah batuk, fenomena ini tidak kunjung hilang. Tetapi gejala ini umumnya hanya terjadi sesaat, sehingga mudah diabaikan.

6. Pucat

Penampakan luar pasien kanker paru umumnya pucat dan tidak cerah. Pada pipi biasanya dapat timbul gejala kemerahan atau keunguan pada pasien, merah merona seperti menggunakan make up, pola cakar kepiting, gelap, kulit bercorak dan lain-lain, fenomena pada kedua pipi ini yang biasanya terlihat lebih nyata, gejala-gejala ini juga bisa bertambah parah seiring dengan bertambah parahnya penyakit.

Gejala awal kanker paru mungkin tidak begitu terlihat nyata dan mudah disalah artikan sebagai flu atau penyakit biasa lainnya. Melakukan pengobatan yang salah berulang-ulang sama saja dengan menunda waktu pengobatan terbaik, sehingga ahli onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau : Jika anda mengalami batuk, demam atau pneumonia berulang kali, waspadalah! Segeralah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit besar, untuk menghindari serangan kanker paru.

Tingkat Kejadian dan Kematian Kanker Paru : Menduduki Tingkat Pertama Untuk Kaum Pria dan Tingkat Kedua Untuk Kaum Wanita

Tingkat kasus dan tingkat kematian kanker paru bertumbuh dengan cepat, jenis penyakit ini merupakan salah satu jenis tumor ganas yang paling mengancam kesehatan manusia, menduduki tingkat pertama pada kaum pria dan tingkat kedua untuk kaum wanita. Berapa lama pasien kanker paru dapat bertahan hidup? Berikut adalah hasil survei medis :

Stadium 0 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 70-80%

Stadium 1 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 50%

Stadium 2 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 30%

Stadium 3 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 5-15%

Stadium 4 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun <2%

Dari data di atas, kita sama-sama dapat melihat, meskipun termasuk stadium awal, namun tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bagi pasien kanker paru lebih rendah dibandingkan jenis pasien kanker lainnya, ini menjadi ancaman serius bagi hidup pasien. Oleh karena itu, bagi para pasien kanker paru, setelah terdiagnosa segeralah memilih opsi pengobatan terbaik, sehingga dapat secara efektif meningkatkan tingkat kelangsungan hidup jangka panjang.

Sudah terdiagnosa kanker paru dan ingin mendapatkan bantuan opini pengobatan? Silakan klik!

Kisah Perjuangan Pasien Kanker Paru Stadium 4

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Kurniawan    Kanker Paru

Pada tahun 2013, Kurniawan yang berasal dari Indonesia didiagnosa kanker paru stadium 4. Ia menerima saran yang diberikan oleh dokter setempat untuk menjalani pengobatan herbal, namun kondisinya sama sekali tidak membaik. Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou ia menjalani pengobatan minimal invasif, antara lain Terapi Intervensi dan Cryosurgery. Kini ukuran tumornya mengecil, kondisinya stabil dan kondisi fisiknya pun kembali normal.

Baca kisah selengkapnya>>

Mengapa Metode Konvensional Seperti Operasi dan Kemoradioterapi Tidak Efektif Mengobati Kanker Paru?

Tindakan Operasi : Luka Serius, Tingkat Risiko Tinggi

Tindakan operasi merupakan metode konvensional pengobatan kanker paru. Di bagian dada akan dibedah sebesar 3-4cm dan dilakukan pengangkatan 1-2 tulang rusuk, setelah itu baru bisa dilakukan pengangkatan tumor. Tindakan operasi tersebut memiliki tingkat risiko yang tinggi dan meninggalkan luka yang serius. Banyak pasien kanker paru yang bahkan kehilangan nyawa saat proses tindakan operasi. Menurut data statistik di AS, biasanya setelah pengangkatan lobus temporal, sekitar 10.7% pasien meninggal dalam waktu 30 hari setelah operasi.

Kemoradioterapi : Efek Samping Yang Tak Tertahankan

Selain membunuh sel kanker, kemoradioterapi juga dapat membunuh sel sehat dan merusak sistem kekebalan tubuh secara bersamaan. Pasien bisa menerima efek samping yang serius, seperti berkurangnya sel darah putih dan trombositopenia, sering buang air kecil, rambut rontok, muntah dan sebagainya. Di saat bersamaan, berkurangnya sel imun dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah sehingga tidak dapat melawan kanker dan penyakit lainnya, ini menjadi ancaman kematian yang serius.

Dibandingkan metode pengobatan konvensional, metode minimal invasif memiliki kelebihan seperti luka kecil, minim efek samping, pemulihan cepat, serta hasil yang efektif. Metode ini menjadi opsi pengobatan yang diakui dan dipercaya banyak pasien kanker paru.

Metode Minimal Invasif Apa Saja Yang Digunakan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Paru?

 1. Intervensi : Luka Hanya 1-2mm, Akurat Membunuh Sel Kanker

Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, kawat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

 Intervensi

 2. Penanaman Biji Partikel : Radioterapi Lokal, Akurat Menghancurkan Jaringan Tumor

Kelebihan Penanaman Biji Partikel : Efektif memancarkan sinar terpusat di dalam tumor tanpa merusak jaringan-jaringan normal; radiasi berlangsung hingga 180 hari, efektif membunuh sel tumor; luka kecil; minim efek samping dan komplikasi.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Penanaman Biji Partikel

3. Cryosurgery : Luka Kecil, Minim Komplikasi, Mencegah Kekambuhan

Proses Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun hasil yang didapat setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini dapat menurunkan risiko operasi dan komplikasi, dapat memantau proses, memberikan hasil pengobatan yang baik, serta tidak ada kondisi batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil diterapkan pada banyak pasien kanker paru, serta membuahkan hasil yang efektif.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Cryosurgery

4. Imunoterapi : Meningkatkan Sel Imun, Memperpanjang Kelangsungan Hidup

Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa penyakit pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Metode ini juga dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh pasien yang rusak, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dikarenakan sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, maka tidak mungkin terjadi penolakan. Metode ini sangat aman dan tanpa efek samping. Kondisi tubuh yang sehat atau lemah tetap bisa menjalani terapi sel imun.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

 Imunoterapi

 Teknologi terbaru pengobatan kanker paru lainnya

 Apa Tujuan Dari Pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou?

Untuk pengobatan kanker paru, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyiapkan tim medis multidisiplin untuk melakukan terobosan metode pengobatan, mempertemukan berbagai ahli spesialis untuk bersama-sama mendiskusikan opsi pengobatan terbaik untuk pasien kanker paru. Diskusi ini bertujuan untuk saling melengkapi pengetahuan dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, bersama-sama menentukan metode pengobatan yang paling tepat serta mengontrol efektifitas pengobatan. Di rumah sakit ini, semua tim medis akan berusaha yang terbaik untuk mengobati pasien kanker paru, mereka akan melakukan segala kemungkinan untuk memberikan pelayanan medis berkualitas tinggi bagi pasien.

 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

Saya Menemani Mama Memenangi Kanker —Sebuah Monolog dari Putri Pejuang Kanker Paru

“Jangan menyerah, harus yakin pada diri sendiri, yakin pada rumah sakit dan dokter. Asalkan kamu berdoa dengan tulus, menuruti pesan dokter, memperhatikan pola makan, pasti bisa sembuh.”

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Metode Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, Terapi Ozon, Terapi NaturalLie Keuw Joen

  Keluarga bahagia mengalami kesulitan

Pada suatu pagi di bulan Mei 2015, ibuku seperti biasa pergi ke gereja untuk berdoa, teman yang pergi bersamanya memperhatikan ada benjolan di leher kirinya, juga mendesaknya pergi ke rumah sakit untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan Adenokarsinoma paru kiri stadium IV metastasis kelenjar getah bening leher sebelah kiri, ukurannya yang paling besar sekitar 3×2 cm. Bagi keluarga, kabar ini bagaikan petir di siang bolong. Saya sering menangis diam-diam tapi ibu tampak tenang. Dia mengatakan: “Saya selalu berdoa kepada Tuhan, jadi bagaimanapun saya percaya Tuhan akan membantu saya menemukan jalan keluarnya.” Sikap optimis ibu membuat kami merasa sedikit terhibur.

Awalnya kami meminta bantuan pada rumah sakit di Indonesia. Rancangan yang disarankan dokter adalah operasi pengangkatan tumor leher serta kemoradioterapi untuk pengobatan tumor di paru. Mempertimbangkan efek samping kemoradioterapi, apalagi usia ibu yang sudah lanjut, keluarga tidak ingin membuat dia menanggung penderitaan itu. Seiring perkembangan penyakit, ibu perlahan-lahan mengalami gejala nyeri sendi, punggung, pusing-pusing bahkan batuk berdarah. Kami sekeluarga mencari pengobatan ke mana-mana, tepat di saat merasa tidak berdaya, seorang sahabat memperkenalkan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou kepada kami. Kemudian saya berkonsultasi dengan pihak kantor perwakilan rumah sakit di Jakarta dan mengetahui bahwa rumah sakit ini adalah rumah sakit khusus kanker dan tumor. Setelah dokter ahli di kantor perwakilan selesai melihat hasil pemeriksaan medis ibuku, beliau mengusulkan rancangan pengobatan dan memperkenalkan teknik pengobatan kanker di RS tersebut. Metode khusus Minimal Invasif yang dimiliki rumah sakit menarik perhatian saya karena kami belum pernah mendengar teknik pengobatan seperti ini di Indonesia.

September 2015, dengan perasaan yang gelisah, saya mendampingi ibu memulai perjalanan panjang dalam mencari pengobatan medis.

Pertemuan pertama dengan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, harapan baru

Ibu sangat senang dengan perjalanan kali itu, sebelum turun pesawat dia berkata pada saya“Saya selalu ingin datang berwisata ke China, akhirnya kali ini ada kesempatan.”Pada saat itu juga, wajahnya tersenyum ceria seperti anak kecil, membuat orang sama sekali lupa akan penyakitnya. Tampaknya dia menganggap kedatangannya ke China kali ini hanya sebagai perjalanan wisata. 22 September, staf RS menjemput kami dari bandara lalu mengantar kami ke RS. Pelayanan seperti ini membuat saya sangat terkejut, karena saya tidak pernah menerima perlakuan seperti ini di rumah sakit lain.

Pada hari kedua, setelah menjalani pemeriksaan lengkap dan tim ahli berdiskusi mengenai kondisi ibu, diputuskan menggunakan metode Intervensi dahulu. Walaupun ibu selalu optimis, tapi sebelum melakukan Intervensi untuk pertama kalinya, pasti ada kekhawatiran dalam hatinya, bagaimanapun dulunya dia selalu sehat, tidak pernah menjalani operasi besar. Setelah dokter menjelaskan prinsip pengobatan pada kami, ibu merasa jauh lebih santai. Setelah menjalani Intervensi untuk pertama kalinya, limfoma pada leher ibu mengecil secara signifikan, batuk darah juga berkurang, tidak lagi susah tidur pada malam hari karena nyeri punggung, nafsu makan juga membaik. Jarak waktu pengobatan selanjutnya adalah 1-2 bulan ke depan, maka kami pulang menunggu pengobatan berikutnya.

Kanker Paru, Pengobatan Kanker Paru, Metode Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, Terapi Ozon, Terapi Natural

Lie Keuw Joen beserta putri dan perawat

  Berpegang pada kepercayaan dan pantang menyerah, akan ada pelangi setelah hujan badai

Tidak lama setelah pulang dari RS, ibu memberitahuku suatu hari dia bermimpi melihat seberkas cahaya yang menyilaukan mata. Setelah didekati ternyata Yesus yang memberitahu dia agar jangan menyerah dan tetap bersemangat. Keesokan paginya begitu bangun tidur, ibu merasakan dirinya rileks dan lebih bersemangat, bahkan bisa bersih-bersih. Dia mengatakan mungkin ini petunjuk dari Tuhan yang membuktikan bahwa memilih St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou adalah keputusan tepat. Mimpi ini semakin meneguhkan tekad ibu untuk melanjutkan pengobatan, membuatnya semakin yakin dan berani. Keyakinannya yang tulus senantiasa memandunya, selama menjalani pengobatan di Guangzhou, dia juga sering berdoa dan pergi ke gereja pada hari Minggu.

Setelah menjalani pengobatan 4 kali pengobatan Intervensi, dikombinasikan Cryosurgery, Terapi Ozon dan Terapi Natural, kondisi tubuh ibu perlahan memulih, gejala batuk darah, sakit punggung, pusing-pusing sudah hilang, limfoma di leher telah hilang, tumor di paru kiri mengecil 50%. Menurut penjelasan dokter penanggung jawab, Yao Zhongping, ada harapan tumor akan menghilang sepenuhnya. Dalam kondisi normal, kelangsungan hidup pasien kanker paru stadium akhir hanya 10 bulan, sedangkan ibu didiagnosa kanker paru stadium IV sudah hampir 2 tahun. Sekarang ibu terlihat berseri-seri, sama sekali tidak mirip orang sakit. Saya mewakili keluarga berterima kasih dengan tulus pada St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, dokter dan teknologi di sinilah yang memberikan kami harapan, sehingga keluarga kami mendapatkan kebahagiaan kembali.

  Menghabiskan waktu yang menyenangkan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Selama tinggal di rumah sakit, meskipun berada di negeri orang tapi ibu dan saya tidak pernah merasa kesepian karena ibu orang yang lincah, sejak awal dia telah berteman baik dengan staf RS. Perhatian dari para perawat dan dokter membuat kami merasakan kehangatan keluarga di tengah kota yang asing ini.

Saya sudah 2 kali menemani ibu merayakan hari ulang tahun di RS dengan gembira. Kami bahkan mengundang perawat dan dokter untuk hadir, kami semua bersama menyanyikan lagu ulang tahun dan makan kue. Melihat wajah ibu penuh kebahagiaan kala itu, saya tidak dapat menahan air mata. Sepanjang perjalanan ini, daripada mengatakan saya menemani ibu melawan kanker, lebih baik mengatakan ibu menemani saya menanggungnya, karena selama ini dialah yang paling optimis, dia juga yang menghiburku. Ibu bisa mendapatkan efek pengobatan yang begitu baik, selain berkat teknik St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang hebat, keoptimisannya juga tidak bisa diabaikan.

Di waktu luang, saya dan ibu sering mengikuti kegiatan di RS seperti kontes makanan, lomba membungkus bakcang, pesta natal dll. Kegiatan-kegiatan ini mendekatkan hubungan kami dengan staf RS dan pasien lain, di sini kami seperti keluarga yang bersatu hati, bersama melewati masa sulit.

Sebelum keluar RS, ibu berkata kepadaku dengan tatapan mendalam: “Sangat berterima kasih pada putriku tercinta yang telah menemani saya menjalani hari-hari terpenting dalam hidupku ini. Ada kamu yang menemani, saya baru bisa melewati rintangan ini dengan lancar. Setelah menyelesaikan pengobatan kali ini, kita pergi bersama ke Shenzhen, Hongkong, Macau, bertamasya ke setiap penjuru negara yang indah ini.

Terapi Vitamin C Dosis Tinggi – Meningkatkan Efektifitas Pengobatan Kanker

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou .Prinsip Terapi Vitamin C Dosis Tinggi, Panduan Terapi Minimal Invasif. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi –efektif anti kanker dua kali lipat. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi adalah terapi yang menggunakan dosis tinggi untuk jangka panjang. Vitamin C akan dimasukkan melalui infus atau suntikan di intravena untuk menghambat dan membunuh sel kanker.

Gambaran Kombinasi Pengobatan Kemoradiasi dan Penggunaan Vitamin C Tunggal. Fungsi Vitamin C sendiri adalah untuk melawan kanker, dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan kemoradioterapi untuk meningkatkan efektifitas obat kemoterapi. Kandungan tinggi Vitamin C dapat digunakan pada kanker stadium awal, menengah dan akhir. Sejak abad ke-21, Vitamin C dosis tinggi telah termasuk dalam pengobatan kombinasi kanker, penambah sensitivitas terhadap kemoterapi dan pengganti obat anti kanker terpenting.

Terapi Vitamin C Untuk Pengobatan Kanker. Prinsip pengobatan terapi Vitamin C untuk kanker adalah menggunakan dosis tinggi untuk pengobatan jangka panjang. Terapi Vitamin C dosis tinggi dibagi menjadi pengobatan intensif dan pengobatan konsolidasi, yang mana pertama-tama bertujuan untuk membersihkan dan mengontrol tumor, kemudian mencegah kekambuhan dan metastase. Sedangkan saat dikombinasikan dengan kemoradioterapi, umumnya dosis vitamin C akan dikurangi, digunakan secara rutin setiap hari.

Proses Pengobatan Kanker Terapi Vitamin C Dosis Tinggi. Keunggulan :

1. Meningkatkan efektifitas kemoradioterapi, meminimalisir efek samping toksin

2. Keamanan tinggi, tidak merusak sel-sel normal lainnya

Membunuh sel kanker secara selektif, tanpa efek samping terhadap metabolisme dan fungsi organ.

Gambaran Terapi Vitamin C Dosis Tinggi Mengobati Berbagai Kanker. Terapi Vitamin C dosis tinggi dapat digunakan pada berbagai pasien kanker, baik pada stadium menengah maupun akhir. Dapat meringankan gejala dermatitis, neuritis serta hemoragik enteritis yang disebabkan oleh radioterapi dan gangguan fungsi hati dan ginjal, anemia berat atau sindrom dispepsia gastrointestinal akibat kemoterapi. Penggunaan kombinasi Terapi Vitamin C Dosis Tinggi dapat memperbaiki kualitas hidup pasien secara signifikan.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi dapat meningkatkan efektifitas pengobatan kanker dan membawa kesejahteraan bagi pasien kanker. St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou akan terus menerus mengembangkan teknologi baru, melakukan terobosan inovatif dan membawa harapan baru  yang lebih optimis kepada para pasien.

Kisah Nyata “Perjuangan Pasien Kanker Paru Stadium IIIB Melawan Kanker”

Edison mengatakan dirinya adalah seorang pejuang, mungkin karena semangatnya yang gigih inilah sehingga dia menang melawan kanker yang telah menyebar beberapa kali.

Usia tinggal 6 bulan lagi

Nyawa itu sangat rapuh. Ketika penyakit datang, fisik sekuat apa pun juga perlahan-lahan akan terkalahkan. Edison berasal dari Malaysia, beberapa tahun lalu dia membawa istri dan anaknya yang masih kecil datang ke Shenzhen, China untuk mengembangkan karirnya. Karir cemerlang, keluarga harmonis dan bahagia, namun di saat hidupnya penuh dengan kebanggaan, segalanya berubah drastis.

Tahun 2013, Edison, berusia 43 tahun yang biasanya memiliki fisik kuat mulai batuk tanpa henti. Setelah menyadari ada kemungkinan sakit, dia pergi ke rumah sakit di Shenzhen untuk melakukan check-up. Pada bulan Agustus tahun itu, hasil PET/CT menunjukkan dia menderita “kanker paru kiri”, dokter memvonis usianya tinggal 6 bulan.

Dia shock bahkan menangis. Dia tahu semua ini tidak lepas dari kebiasaannya sehari-hari yang suka merokok dan minum arak. Mungkin hidupnya sungguh akan berakhir. Namun dia tidak boleh menerima semua ini begitu saja, dia tidak boleh seperti yang dikatakan dokter padanya untuk memberitahu keluarganya mempersiapkan pemakaman. Anak bungsunya baru berusia 2 tahun, dia tidak rela meninggalkan mereka.

Kondisi penyakit memburuk selama proses pengobatan

Sejak September 2013, Edison secara aktif menjalani pengobatan herbal. Saat itu benjolan di paru-parunya 7 cm, setelah menjalani pengobatan herbal dalam waktu singkat, benjolan sedikit mengecil. Namun kemudian kondisi memburuk lagi dan mulai batuk darah. Pada masa itu, dia berkonsultasi dengan rumah sakit di Malaysia dan Shenzhen. Dari pemeriksaan di Malaysia ditemukan bahwa benjolan membesar hingga 8 cm. RS Shenzhen bahkan langsung menolak merawatnya.

Namun walaupun kehidupan itu rapuh tapi juga sangat berharga, dia belum boleh menyerah. Kemudian dalam proses mencari pengobatan, dia mendengar dari teman tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, istrinya juga mendapatkan informasi RS ini saat membantu mencari informasi di internet. Teknik pengobatan Minimal Invasif membuat Edison merasa mungkin penyakitnya masih bisa disembuhkan, tapi kondisi penyakit yang parah membuatnya tidak berani menaruh harapan. Pada akhirnya dia memutuskan mencoba berobat ke Guangzhou.

Awal 2014, Edison mengendarai mobil dari Shenzhen menuju Guangzhou. Peng Xiaochi, Ahli Onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, melakukan analisa secara menyeluruh terhadap kondisi penyakitnya, dan memberikan program pengobatan awal: dengan Cryosurgery menghancurkan tumor di paru, dipadukan dengan Penanaman Biji Partikel untuk dilakukan radioterapi internal.

Pengalaman pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Maret 2014, Edison mulai menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Hasil CT menunjukkan tumor di bagian parunya sudah membesar hingga 12 cm, bahkan terjadi penyebaran kelenjar getah bening hilus dan mediastinum, CEA 1.12ng/ml, CA125 22.3U/mL. Sejak 12 Desember, Edison menjalani Cryosurgery tumor paru kiri, 3 kali Intervensi serta 1 kali terapi natural. Efek pengobatan kali ini cukup baik, tumor di paru kiri dan metastasis di kelenjar getah bening mengecil, tumor marker juga menurun sampai standar normal. Dr. Pan Xin, dokter penanggung jawab Edison menjelaskan: “Saat kondisi penyakit pasien terus membaik, kami menyarankan untuk melakukan radioterapi, tujuannya agar mencapai efek penyembuhan radikal. Edison yang saat itu masih bekerja memutuskan menjalani radioterapi di Shenzhen.

Namun hasil pemeriksaan medis tanggal 4 Juni membuat harapan ini sirna—sel tumor telah menyebar ke pankreas. Dokter Pan menjelaskan, metastasis jauh tidak cocok menjalani radioterapi.

1-111430628 11 Juni 2014, Edison kembali ke rumah sakit menjalani Penanaman Biji Partikel untuk menangani tumor yang menyebar ke pankreas. Ditambah dengan biji partikel yang ditanamkan ke bagian yang mengalami perubahan patologis, di dalam tubuh Edison total ada 30 biji partikel. Saat diwawancara, Edison menjelaskan dia harus menjauhkan diri dari anaknya selama proses pengobatan karena biji partikel akan terus memancarkan sinar Gamma, tapi dia tahu harus bersabar agar kelak ada lebih banyak waktu berdekatan dengan sang anak.

Pengobatan Penanaman Biji Partikel berjalan lancar, kondisi tubuh Edison juga perlahan membaik. Perlahan tidak ada lagi gejala seperti nyeri dada, batuk, tumor marker juga dalam batas normal. Melalui beberapa kali Intervensi, tumor di pankreas Edison menghilang, tumor di paru juga mengecil hingga 5 cm.

Multiple Bone Metastatic

13 Januari 2015, Edison sekali lagi menjalani Cryosurgery untuk tumor di paru kiri. Hingga saat ini infeksi paru dan tekanan darahnya dapat terkontrol, kondisinya terus membaik.

Namun kanker seperti bulu babi, lari ke mana-mana. 14 Februari 2015, setelah masuk RS dan melakukan pemeriksaan, Edison diberitahu: muncul Multiple Bone Metastatic. Karena efek pengobatan yang digunakan saat ini bagus, setelah mengevaluasi segala aspek kondisi tubuh Edison, dokter mengizinkan dia pulang. Kemudian dalam setahun ini, Edison secara berkelanjutan masuk RS untuk mengontrol kondisi penyakit, sebulan sekali minimal 2 hari, maksimal 7 hari. Pengaturan seperti ini di satu sisi karena pengobatan Minimal Invasif memiliki keunggulan luka sayatan kecil, pemulihannya cepat, umumnya pasien tidak perlu dirawat inap dalam waktu lama; di sisi lain karena Edison tetap aktif bekerja. Walaupun pengobatan setahun ini efeknya lambat, tapi kondisi terus membaik. Lesi paru kiri mengecil dibandingkan dengan kondisi awal.

Metastasis ginjal kiri dan prostat

Ada kalanya jelas-jelas ada harapan, tapi akhirnya menyadari itu sebuah penipuan yang konyol. Setelah pengobatan berkelanjutan selama 2 tahun, Edison sudah tidak sekuat dulu lagi, dia tidak tahu siksaan penyakit ini masih akan berlangsung berapa lama, karena dari hasil pemeriksaan terbaru pada Maret 2016 menunjukkan kondisi penyakitnya memburuk, terjadi metastasis ke ginjal kiri dan prostat. Namun pada detik ini, pejuang ini tetap bertahan demi istri dan anak.

17 Maret 2016, Edison mulai menjalani 1 proses pengobatan Intervensi dan 4 proses pengobatan Terapi Gen Bertarget, tanggal 29 menjalani Cryosurgery pada ginjal kiri. Selama proses pengobatan, kondisi penyakitnya terus membaik, sementara itu muncul beberapa reaksi terhadap obat baru yang ditargetkan seperti: pelekatan usus, radang selaput perut, sudah pulih setelah dilakukan laparotomy. Hasil pemeriksaan ulang pada Agustus 2016 menunjukkan selain masih ada yang tertinggal di paru kiri dan mediastinum, sel kanker di tempat lain sudah kehilangan aktivitasnya. Selama bulan Oktober-November, Edison memulihkan kesehatan di Malaysia, kondisi penyakit terus membaik. Desember 2016, Edison kembali ke RS untuk berobat, hasilnya menunjukkan sel kanker dalam tubuhnya sudah tidak aktif lagi.

Sejak diberitahu dokter bahwa usianya tinggal 6 bulan hingga datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, melawan kanker dengan gigih selama 3 tahun lebih, kemenangan Edison adalah kemenangan atas dirinya melawan penyakit dengan tegar, juga kemenangan RS dalam teknik pengobatan dan standar medis. Menurut penjelasan Dokter Pan Xin: “Saat pasien datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan menanggung beban vonis ‘usia tinggal 6 bulan’, kami melakukan evaluasi secara komprehensif, merasa pasien masih ada harapan, kondisi penyakit masih terkontrol. Sebagai dokter, asalkan pasien masih ada secercah harapan, maka kami harus berusaha semaksimal mungkin. Apalagi Edison memiliki keinginan hidup yang sangat kuat.”

Meski tubuh Edison lemah di tengah sakitnya, tapi pikirannya sangat jernih. Dia mengubah kebiasaan buruknya, melakukan aktivitas fisik moderat, menambah asupan gizi. Dia mengatakan, tidak hanya kemauan keras yang dibutuhkan dalam pengobatan, tapi juga tubuh yang kuat. Dia sangat mempercayai dan menghormati dokter dan perawat, dia menjelaskan: “Selama proses pengobatan, saya pernah menjadi mudah marah dan kasar, tapi para perawat tetap begitu perhatian dan sabar dalam merawat saya. Pada bulan Juli, setelah saya menjalani laparotomy, dokter Pan sendiri yang membersihkan luka saya, bagiku dia tidak hanya dokter, tapi juga teman baik. Begitu juga Ibu Dai Wenyan, dia seperti saudara perempuan saya.”

Edison adalah seorang penganut Kristen, dia merasa datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou adalah rencana Tuhan. Berpikir tentang 3 tahun yang dilaluinya ini, dia berkata: “Teknologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou sangat maju, dokternya sangat berpengalaman, pasien yang berobat di sini harus yakin pada dokter dan sepenuhnya mengikuti perkataan dokter.”