Bagaimana Para Pekerja Mencegah Kanker Paru ?

Ahli Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, pekerja kantoran yang berada di dalam ruangan dan di luar ruangan untuk waktu yang lama bisa saja terkena Kanker paru . Polusi eletronik dalam ruangan dan kontaminasi peralatan kantor cenderung menyebabkan alergi paru-paru, bronchitis, asma dan lain-lain. Dan polusi di luar ruangan sendiri merupakan penyebab utama kanker paru. Selain itu, pekerja kantoran juga cenderung jarang berolahraga. Jadi, paru-paru mereka mudah menjadi “lemah”, kekebalan tubuh cenderung lemah, dan virus dapat menyerang dengan mudah. Jadi, bagaima cara pekerja kantoran mencegah timbulnya kanker paru?

Ahli Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou membuat sejumlah referensi sebagai rekomendasi bagi para pekerja kantoran untuk mencegah kanker paru.

1.Stop dan kurangi merokok
Merokok adalah penyebab utama kanker paru, asap rokok sangat berbahaya bagi perokok itu sendiri maupun bagi orang lain di sekitarnya. Polusi udara, terutama dalam ruangan tertutup membawa pengaruh besar bagi paru-paru.

2.Mencegah asma, bronchitis, bronchitis kronis dan penyakit pernafasan lainnya.
Studi menemukan, bahwa orang dengan penyakit pernafasan memiliki risiko kanker paru yang lebih tinggi. Saat anda mengalami penyakit pernafasan, segera lakukan pengobatan yang tepat.

3.Diet, kurangi atau stop konsumsi makanan cepat saji.
Banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sayur dan buah mengandung karotenoid yang dapat mengurangi risiko kanker paru. Dengan mengkonsumsi makanan anti-kanker seperti terong, kubis ungu dan murbei yang mengandung pigmen antosianin alami, anda dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.

4.Memperbanyak latihan fisik, memperkuat sistem kekebalan tubuh.

5.Miliki sikap kerja yang positif, optimis dan suasana hati yang baik. Cegah depresi yang disebabkan oleh tekanan pekerjaan.

6.Menjaga udara tetap segar, baik di dalam maupun luar ruangan, perhatikan sirkulasi udara dalam ruangan, bisa dengan menanam tanaman hijau.

Ahli juga menghimbau, perkembangan kanker paru memerlukan waktu sekitar 20 tahun, dan pada gejala timbul, tidak menutup kemungkinan kanker sudah memasuki stadium lanjut. Jadi, para pekerja kantoran harus memelihara pola hidup yang baik untuk mencegah datangnya kanker paru.

Pencegahan Kanker Paru-paru

Kanker paru adalah kanker ganas yang memiliki angka kematian tertinggi, bagaimana mencegah timbulnya kanker? Berikut beberapa saran dari Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou :

1.Jangan Merokok
Merokok dianggap sebagai faktor utama penyebab kanker paru-paru. Dalam rokok terkandung ribuan bahan kimia.

2.Jauhi Limbah Industri
Jika anda bekerja di sebuah pabrik kimia, perhatikan pola istirahat anda, sehingga tubuh memiliki sistem detoks tepat waktu, dan lakukanlah pemeriksaan ke rumah sakit secara rutin.

3.Jauhi Radiasi Pengion
Radiasi pengion dapat menyebabkan penyakit radiasi, penyakit radiasi adalah reaksi sistemik pada keseluruhan tubuh, seperti kerusakan kulit, gangguan hematopoietik, leukopenia, gangguan fertilitas dan lain-lain.

4.Infeksi Paru Kronis
Orang yang sebelumnya pernah mengalami infeksi pada paru, seperti TBC dan bronkiektasis, memiliki risiko kanker paru yang lebih tinggi,.

5.Faktor Genetik Dan Lainnya
Keluarga yang memiliki riwayat kanker paru harus lebih waspada dengan melakukan pemeriksaan paru. Karena mereka cenderung lebih mudah terkena kanker paru dibandingkan orang pada umumnya.

6.Polusi Udara
Daerah yang memiliki industri dan transportasi berkembang umumnya memiliki tingkat polusi udara yang sangat buruk, angka kejadian kanker paru di daerah-daerah ini juga tinggi.

7.Memperhatikan Lingkungan dan Kebersihan
Ketika anda melakukan pindah rumah, anda sebaiknya lebih waspada. Tunggu hingga senyawa beracun dan gas tajam di dalam rumah hilang terlebih dahulu, baru setelah itu ditempati. Selain itu, anda juga harus memperhatikan polusi udara di dapur, saat memasak, gunakan mesin penyedot udara dan membuka jendela.

8.Memperhatikan Istirahat, Memastikan Tidur Yang Cukup
Pukul 11 malam hingga 5 pagi adalah waktu dimana proses detoks berlangsung. Orang harus dalam keadaan tidur, sehingga detoksifikasi bisa bekerja normal.