Mewaspadai Kanker Bisa dialami oleh Anak-Anak

Mewaspadai Kanker Bisa dialami oleh Anak-Anak

Gejala-gejala kanker pada anak ,sbb:

  • Kehilangan berat badan — tanpa sebab dan berlangsung terus.
  • Rasa sakit pada tulang dan sendi ketika bermain atau aktivitas lain.
  • Muntah diiringi sakit kepala, biasanya di pagi hari.
  • Benjolan yang keras — biasanya di leher, ketiak, selangkangan dan perut.
  • Perut tambah besar.
  • Petechia — titik-titik merah yang menunjukkan pendarahan urat darah, umumnya pembuluh darah.
  • Bercak ungu di kulit (hematoma).
  • Bercak putih kekuningan yang cemerlang di retina bila mata kena sinar.
  • Rasa lelah dan muka pucat yang terus menerus — kekurangan darah.
  • Badan panas tanpa sebab atau tidak diketahui asal usulnya.
  • Sering infeksi, yang menandakan rendahnya kekebalan badan.

Tanda dan gejala kanker paru-paru yang sudah cukup parah adalah batuk berdarah, sesak napas, dan nyeri dada

Jenis kanker yang paling banyak diderita anak-anak dan remaja adalah:

  • Lymphoma

Kanker ini menyerang sistem lymphatic, organ dan jaringan yang bertanggung jawab atas kekebalan organ tubuh dan membawa cairan yang disebut getah bening–salah satu komponen darah yang mengatur sel nutrisi.

  • Leukemia

Kanker yang mempengaruhi sel-sel darah putih yang juga bertanggung jawab atas pertahanan tubuh. Kanker ini mengganggu fungsi tulang sumsum, yang menghalangi produksi darah merah, sehingga menyebabkan kekurangan darah, pendarahan dan membuat tubuh tidak berdaya menghadapi infeksi. Kemungkinan kena penyakit ini 30 persen (termasuk tinggi).

  • Tumor CNS

Tumor ini terletak pada sistem urat syaraf sentral (otak dan tulang belakang). Kemungkinan kena penyakit ini 25 persen (nomor dua sesudah leukemia). Gejala-gejalanya tergantung pada letak dan besarnya tumor itu. Biasanya tumor ini menghalangi mengalirnya cairan otak dan menyebabkan tekanan pada belahan otak. Ini mengakibatkan pasien sakit kepala dan muntah.

  • Neuroblastoma

Banyak menyerang anak balita, kanker ini mempengaruhi sistem syaraf. Mungkin ada benjolan di perut, leher atau pinggul.

  • Tumor Wilms

Tumor ini menyerang ginjal dan banyak menyerang anak berusia 2-4 tahun.

  • Retinoblastoma

Kanker ini dimulai di retina dan menyerang mata.

  • Osteosarcoma

Kanker ini menyerang tulang, khususnya di area sekitar lutut dan banyak diderita remaja di bawah umur 15. Kanker ini agresif dan biasanya menyebar ke paru-paru.

  • Sarcoma jaringan lunak

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou sebagai RS kanker internasional, dalam 10 tahun belakangan, selalu berada di garis depan perkembangan teknologi dan terus memperkenalkan teknologi canggih terbaru di seluruh dunia. Salah satunya teknologi Minimal Invasif “Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat” Bertarget, yang telah membantu memperpanjang usia banyak pasien kanker di dunia dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Baru-baru ini St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Keistimewaan dari Metode Minimal Invasif di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Paru

  1. Intervensi : Luka Hanya 1-2mm, Akurat Membunuh Sel Kanker

  Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, kawat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat sel kanker “mati kelaparan”.

  2. Penanaman Biji Partikel : Radioterapi Lokal, Akurat Menghancurkan Jaringan Tumor

  Kelebihan Penanaman Biji Partikel : Efektif memancarkan sinar terpusat di dalam tumor tanpa merusak jaringan-jaringan normal; radiasi berlangsung hingga 180 hari, efektif membunuh sel tumor; luka kecil; minim efek samping dan tanpa komplikasi.

  3. Cryosurgery : Luka Kecil, Minim Komplikasi, Mencegah Kekambuhan

  Proses Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun hasil yang didapat setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini dapat menurunkan risiko operasi dan komplikasi, dapat memantau proses, memberikan hasil pengobatan yang baik, serta tidak ada kondisi batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil diterapkan pada banyak pasien kanker paru, serta membuahkan hasil yang efektif.


Comments are closed.