Mie Yang Enak,Praktis Tetapi Berbahaya

Mie Yang Enak,Praktis Tetapi Berbahaya

 

        Beberapa bahaya mi instan buat kesehatan sbb  :

  1. Penyebab kanker, Mie instan yang beredar saat ini, ternyata cukup membahayakan. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan dilapisi oleh lilin, inilah kenapa mie tidak pernah lengket satu sama lain. Lilin ini sangat membahayakan Jika zat ini terus menumpuk dalam tubuh, kemungkinan kita untuk terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Misalnya, kanker hati, usus, atau leukimia. Tidak hanya lilin dari mie instan, bumbunya pun yang mengandung banyak zat aditif seperti MSG yang bisa menjadi pemicu kanker dalam tubuh.

  2. “Sindrom Restoran Cina” syndrome, Bahaya makan mie instan yang satu ini lebih mirip keracunan, hal ini disebabkan oleh MSG yang terdapat pada bumbu mie instan. Ada beberapa orang yang tidak tahan dengan MSG, lalu kemudian merasa pusing dan sesak nafas. Namun penyakit ini tidak terlalu fatal, karena akan sembuh setelah 2-3 jam kemudian.

  3. Kerusakan jaringan otak, Mengkonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak. Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan.

  4. Keguguran, Kandungan bumbu dan pengawet pada mi instan dapat mempengaruhi perkembangan janin dan menyebabkan keguguran

  5. Gangguan metabolisme, Mempengaruhi metabolisme tubuh, disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mie.

  6. Kerusakan organ, Mi instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembaban. Tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung menyebabkan kerusakan jantung, hati dan ginjal, juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  7. Obesitas, Mi instan penyebab utama obesitas, karena mengandung sejumlah besar lemak dan natrium yang menyebabkan retensi air dalam tubuh. tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan serangan jantung.

  8. MSG, Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mi, sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala. Sebab jika dimasak pada suhu 120⁰C, penguat rasa ini bisa mengalami perubahan struktur kimia yang dapat menyebabkan keracunan ringan. Lantas, jika dimasak dengan minyak hingga suhu 150-200⁰C, MSG menjadi zat yang berpotensi menyebabkan kanker.

  9. Tinggi natrium, Mi instan juga mengandung jumlah natrium yang tinggi, kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindari konsumsi mi instan berlebihan.

  10. Junk food, Mi instan hanya dapat dianggap sebagai junk food ,karena mengandung sejumlah besar karbohidrat tetapi tidak ada vitamin, mineral atau serat. Mi instan juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Ini padat kalori dan memberikan efek negatif pada kesehatan. Meski demikian, mi instan terbukti berhubungan dengan penyakit metabolik.

Tim Medis MDT terdiri dari Ahli Gizi, Ahli TCM,dan Ahli Oncologi  di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan selektif dalam memilih Pola makan yang baik, bila terdapat gejala kanker maka dianjurkan untuk selekasnya deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk berbagai jenis kanker adalah faktor yang paling penting dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker , kemoterapi bukanlah satu-satunya pilihan pengobatan, perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;
•   1.Metode Terapi Intervensi ,yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat
•       2.Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, dimana operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan otot dan saraf, kemungkinan komplikasi, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak mempengaruhi dan tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.
•   3. Terapi Gen Bertarget adalah pengobatan yang dilakukan setelah menentukan tempat yang menjadi penyebab kanker secara tepat ( tempat ini dapat berupa molekul protein dalam sel tumor, dan juga dapat berupa bagian dari gen ), lalu dirancang obat yang efektif untuk pengobatan jenis tumor tersebut, setelah obat masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis memilih tempat yang menjadi penyebab kanker dan membunuh sel tumor, tanpa merusak atau mempengaruhi jaringan normal sekitar tumor.
•   4. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.
•   5. Dan 18 Methode Terapi Minimal Invasif lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi, efek samping kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil yang efektif


Comments are closed.