Pengobatan Kanker Paru Paru Tanpa Bedah

Pengobatan Kanker Paru Paru Tanpa Bedah

Dibandingkan metode pengobatan konvensional, metode minimal invasif tanpa bedah memiliki kelebihan seperti luka kecil, minim efek samping, pemulihan cepat, serta hasil yang efektif. Metode ini menjadi opsi pengobatan yang diakui dan dipercaya banyak pasien kanker paru.

  Metode Minimal Invasif Apa Saja Yang Digunakan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Paru?

  1. Intervensi : Luka Hanya 1-2mm, Akurat Membunuh Sel Kanker

  Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, kawat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”.

 Intervensi

  2.Apa Kelebihan 3D Printed Template-Assisted Seed Implantation Dibandingkan Dengan Operasi Konvensional?

  Ahli Minimal Invasif St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Dr. Bai Haishan mengungkapkan, Penanaman Partikel adalah sebuah teknologi yang sangat ketat terhadap pemberian dosis. Dosis pada area tumor setelah operasi dan hasil pengobatan sangat berhubungan, sebelum operasi ketepatan pengerjaan prosedur sesuai rencana merupakan kunci keberhasilan operasi. Untuk membuat penyebaran partikel yang tepat pada pasien, mewujudkan pengobatan tepat sasaran, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou berjalan searah dengan perkembangan teknologi medis, secara tepat waktu mulai menerapkan teknologi 3D Printed Template-Assisted Seed Implantation, di bawah panduan papan simulasi 3D memasukkan jarum, membuat prosedur semakin Minimal Invasif, efektif, dan tepat sasaran.

3.Penanaman Biji Partikel : Radioterapi Lokal, Akurat Menghancurkan Jaringan Tumor

  Kelebihan Penanaman Biji Partikel : Efektif memancarkan sinar terpusat di dalam tumor tanpa merusak jaringan-jaringan normal; radiasi berlangsung hingga 180 hari, efektif membunuh sel tumor; luka kecil; minim efek samping dan komplikasi.

Penanaman Biji Partikel

  4. Cryosurgery : Luka Kecil, Minim Komplikasi, Mencegah Kekambuhan

  Proses Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun hasil yang didapat setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini dapat menurunkan risiko operasi dan komplikasi, dapat memantau proses, memberikan hasil pengobatan yang baik, serta tidak ada kondisi batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil diterapkan pada banyak pasien kanker paru, serta membuahkan hasil yang efektif.

Cryosurgery

  5. Terapi Biologi : Meningkatkan Sel Imun, Memperpanjang Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa penyakit pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Metode ini juga dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh pasien yang rusak, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dikarenakan sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, maka tidak mungkin terjadi penolakan. Metode ini sangat aman dan tanpa efek samping. Kondisi tubuh yang sehat atau lemah tetap bisa menjalani terapi sel imun.

 Imunoterapi

  Teknologi terbaru pengobatan kanker paru lainnya

  Apa Tujuan Dari Pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou?

  Untuk pengobatan kanker paru, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyiapkan tim medis multidisiplin untuk melakukan terobosan metode pengobatan, mempertemukan berbagai ahli spesialis untuk bersama-sama mendiskusikan opsi pengobatan terbaik untuk pasien kanker paru. Diskusi ini bertujuan untuk saling melengkapi pengetahuan dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, bersama-sama menentukan metode pengobatan yang paling tepat serta mengontrol efektifitas pengobatan. Di rumah sakit ini, semua tim medis akan berusaha yang terbaik untuk mengobati pasien kanker paru, mereka akan melakukan segala kemungkinan untuk memberikan pelayanan medis berkualitas tinggi bagi pasien.

Pada dasarnya, keberhasilan pengobatan kanker bergantung pada stadium berapa penyakit kanker terdiagnosis. Semakin dini stadium, tingkat keberhasilan dari pengobatan akan lebih besar dibandingkan dengan kanker yang stadium lanjut. Sayangnya, gejala awal kanker paru sering tanpa gejala dan terabaikan ,ketika  pasien sudah datang atau terdiagnosis saat kanker paru menunjukan gejala kanker stadium III dan gejala kanker paru stadim IV. Salah satu alasan yang menyebabkan gejala ini terdiagnosis pada stadium akhir adalah karena gejala kanker paru yang tidak spesifik dan dapat dijumpai pada penyakit radang paru yang lain sehingga sering kali terabaikan. Karena itu  juga harus dilakukan skrining untuk memastikan gejala tersebut.

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat dijadikan gambaran supaya kanker paru dapat terdeteksi lebih dini :

1.Populasi masyarakat yang berisiko tinggi

Berdasarkan penelitian epidemiologi mengenai siapa saja yang lebih rentan menderita kanker paru, yaitu pasien berjenis kelamin laki- laki yang berusia lebih dari 40 tahun dan memiliki kebiasaan merokok, orang- orang yang bekerja di industri tertentu dan sering menghirup polutan seperti asbes, dan wanita yang menjadi perokok aktif dan pasif.  gejala batuk lama, batuk darah dan lain-lain.

2.Batuk darah

Batuk darah dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah di paru akibat pendesakan massa kanker atau akibat pecahnya pembuluh darah baru yang terbentuk karena tumor yang terus membesar. Batuk darah bisa disebabkan oleh penyakit yang lain seperti TB paru atau bronkitis.

3.Batuk kronik

Batuk kronik adalah batuk yang terjadi lebih dari 6 bulan lamanya. Batuk adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh. Batuk yang terjadi dalam waktu lama bisa jadi karena adanya infeksi kronik atau sel tumor.

4.Berat badan yang menurun

Seperti gejala kanker yang lain, penurunan berat badan juga dapat terjadi pada kanker paru akibat dari massa tumor yang terus berkembang dan menggunakan nutrisi tubuh. Di sisi lain, pasien juga tidak nafsu makan sehingga berat badan akan terus menurun. Anda dapat curiga bahwa penurunan berat badan adalah suatu keganasan jika terdapat penurunan berat bada tanpa sebab yang jelas.

5.Sesak nafas

Sesak nafas dapat terjadi karena dua hal, terjadi sumbatan pada jalan nafas bawah (saluran nafas di paru) atau kekurangan oksigen yang disebut hipoksia. Pada kanker paru kedua hal ini dapat terjadi secara bersamaan. Tumor dapat menyumbat saluran nafas sehingga, pasien akan merasakan sesak nafas. Jika tumor telah menyebar di seluruh jaringan paru dapat terjadi hipoksia dan pada akhirnya sesak akan menyebabkan gagal nafas. Gagal nafas akan menyebabkan pasien meninggal karena hipoksia.

6.Suara serak

Seseorang dapat mengeluarkan suara karena adanya pita suara yang ikut bergetar dan menghasilkan gelombang suara. Pada kanker paru, suara serak dapat terjadi karena terjadi perubahan pada selaput lendir yang ada di sekitar pita suara seperti produksi lendir yang berlebihan. Akibatnya akan terjadi proses keradangan pada pita suara.

7.Sulit / sakit menelan

Sulit atau sakit menelan diakibatkan karena massa tumor paru yang mendesak saluran cerna sehingga terjadi sumbatan di luar saluran makanan. Pasien akan mengalami kesulitan menelan makanan yang disebut disfagia dan nyeri saat menelan yang disebut odinogfagia. Untuk mengatasinya gejala ini, dokter akan menginstrusikan untuk menggunakan selang makan melalui hidung untuk memasukan obat dan makanan.

8.Benjolan di pangkal leher

Massa paru yang berlokasi di dekat leher atau di ujung organ paru dapat menyebabkan pasien dapat meraba adanya benjolan pada pangkal leher. Tumor yang terletak di lokasi yang agak jauh juga bisa teraba di pangkal leher jika ukuran massa tumor terlalu besar.

9.Sembab di muka atau leher

Sembab dapat terlihat di muka dan leher pasien. Selain itu, juga dapat disertai sembab pada lengan dengan rasa nyeri yang cukup hebat.

10.Gejala lain

Kanker paru sekunder yang diakibatkan oleh keganasan organ yang lain dapat menimbulkan gejala di luar sistem pernafasan. Misalnya seperti tidak sadar akibat penekanan tumor pada otak, pembesaran organ hati atau patah tulang karena adanya keganasan pada organ tersebut. Gejala lain yang tidak khas seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, nafsu makan yang tiba- tiba menghilang, demam yang tiba- tiba hilang dan timbul. Sindrom paraneoplastik seperti kelainan tulang seperti kanker tulang, trombosis vena perifer dan gangguan saraf.

  1. Foto thoraks

Pada Pemeriksaan foto toraks, massa tumor paru dapat dideteksi tetapi tidak dapat ditentukan apakah benar sebuat tumor. Pemeriksaan foto torak dengan sinar x-ray dapat memberikan hasil yang positif ada kelainan tetapi untuk spesifikasi apakah adanya  kanker paru, perlu pemeriksaan yang lebih lanjut. Pada foto toraks, kanker paru dapat dilihat jika tumor lebih dari 1 cm. Hal- hal yang mendukung adanya kanker paru adalah bila dalam foto didapatkan kelainan lain seperti tepi tumor yang tidak rata, lengkungan pada pleura, dan tumor kecil di luar tumor paru.

12.Ct- scan

Pemeriksaan lain yang dapat membantu menegakan diagnosis adalah dengan pemeriksaan CT- scan. Pemeriksaan ini sama- sama menggnunakan radioisotop. Kelebihannya adalah pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi adanya penyebaran ke organ yang lain

13.Bronkoskopi

Bronskoskopi adalah suatu alat yng dimasukan seperti selang  dan terdapat kamera di ujungnya, alat ini dimasukan ke dalam saluran paru untuk melihat apakah ada tumor atau tidak.

14.Biopsi aspirasi jarum

Setelah diketahui letak tumor, untuk mendeteksi apakah suatu kanker atau yang lain seperti infeksi, dapat dilakukan pengambilan sampel sel. Kemudian hasilnya di analisa dengan mikroskop.

15.Transbronkial needle aspriation

Suatu alat digunakan melalui saluran bronkus seperti bronkoskopi hanya saja dilakukan pengambilan jaringan juga.

 


Comments are closed.